27/01/2012 01:06 PM
share on :  
Rahayu Kertawiguna Diskusi K-Pop Fever di 8-11 Metro TV

Para pecinta musik Korea di Indonesia jumlahnya mencapai ratusan ribu orang. Fenomena musik pop Korea melanda Indonesia sejak tiga tahun silam. Sejak itu, demam dan fenomena K-pop di Indonesia terus bertambah dan dampaknya sekarang sungguh luar biasa.

Pada kesempatan di acara 8-11 Metro TV (27/1) membahas K-Pop Fever yang ada di Indonesia. Bersama presenter Prabu Revolusi mendatangkan CEO NAGASWARA, Rahayu Kertawiguna dan wartawan musik senior, Hans Miller Banurea sebagai narasumber di acara tersebut.

"Dari Korea mereka menyebutnya K-Pop sampai Indonesia berubah menjadi I-Pop, semua itu adalah sebuah trend sejenis boy band dan girl band  yang muncul. Jadi K-Pop dan I-Pop itu setara. Kebetulan Korea lebih mendominasi di dunia sehingga orang melihatnya ini trend dari  Korea," ungkap Rahayu Kertawiguna saat menjelaskan trend K-pop di Indonesia.

Sedangkan dari sudut pandang wartawan musik senior,  Hans Miller Banurea , fenomena K-Pop sangat unik dan punya banyak unsur di dalamnya. Apalagi saat ini K-Pop menjadi trend di kalangan anak muda.

"Ssaya melihat ini sebuah hal yang wajar. Tidak bisa juga kita mengklaim kita punya jenis musik sendiri. Kalau melihat K-Pop dia menyanyi dan menari juga fashionable. Jadi kalau kita bicara K-Pop tidak bisa bicara musiknya saja, ada banyak unsur di sana," ujar Hans Miller Banurea .

Bahkan sebelumnya Hans Miller mengaku meragukan penampilan boy band apakah bisa menyanyi atau tidak. Ketika melihat penampilan HITZ dengan akustik, ia pun baru yakin kalau boy band HITZ tak hanya pandai menari tapi juga piawai bermusik.

"Pada intinya masyarakat  Indonesia suka musik, dari dahulu budaya Indonesia juga ada musiknya. Sehingga ketika budaya K-Pop masuk masyarakat kita menerimanya," jelas Rahayu Kertawiguna.

Kemudian presenter Prabu Revolusi melanjutkan diskusi ke fenomena yang begitu cepat terjadi di Indonesia. Tentu saja dua narasumber yang hadir pagi itu sangat mengerti dan tahu persis kenapa fenomena ini bisa cepat mewabah di tanah air.

"Ada ciri-ciri khas di K-Pop yang terbawa ke Indonesia dan dengan cepat ditangkap remaja di Indonesia. Ciri khas itu adalah menari, menyanyi dan fashion juga tampang yang keren dan cantik menarik," ungkap Hans Miller Banurea memberikan alasan kenapa K-Pop cepat diterima di Indonesia.

Mengenai seberapa lama fenomena K-Pop akan berakhir. Mengenai pertanyaan tersebut Hans Miller menerangkan kalau industri musik saat ini sedang lesu. Sampai kapan K-pop akan terus bertahan? Menurutnya belum bisa diprediksi secara pasti. Namun secara trend semestinya bisa bertahan.

"Untuk mempertahankan tend ini yaitu bagaimana kita mempromosikannya, selain itu si boy band dan girl band ini harus terus melatih kemampuannya. Karena mereka mudah diterima di masyarakat dan mudah juga diterima tampil di televisi , terkadang mentalitas mereka merasa cepat sukses sehingga mutu mereka turun, tapi kalau mereka terus berlatih saya rasa mutu mereka akan terus meningkat," ujar Rahayu Kertawiguna.

Diskusi pun di tutup dengan penampilan HITZ dan girlband Sexy Babies yang membawakan single perdana mereka yaitu Auu Auu Ahh karya Yogi Gaijin. www.nagaswaramusic.com/ Tim NMC

 

 
Foto Terkait :
Kirim Komentar
Nama Email   
Komentar   
 
CAPTCHA Image Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar disamping
   
Komentar (1)
yudi
30/01/2012 05:00 AM
Gmn kalo setiap penampilan bintang tamu didahsyat.setiap harinya diunggah ke yutub.saya yakin pasti bnyk pemirsanya.trim's by:yudi

Kolaborasi pedangdut Ayu Ting Ting dan grup band Wali dalam Semarak Pesta Ulang Tahun Global TV ke-10 yang disiarkan live dari studio 8 RCTI,Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (8/10) membuat suasana makin meriah. Mereka melantunkan Aku Bukan Bang Thoyib dan Cari Jodoh, penampilan mereka memukau karena memadukan dua aliran musik berbeda itu.

viewed :102556

Tak sia-sia Siti Badriah bangun di pagi dini hari. Karena setelah menggoyang Hitzteria dengan penun semangat dan di tengah rasa kantuknya, ia pun merasa puas. Apalagi setelah itu, sekelompok penggemarnya, sudah berjubal-jubal antri untuk sekadar berfoto bersama pelantun tembang Berondong Tua itu.

viewed :68088

Penyanyi Malaysia Baby Shima akhirnya merasakan bagaimana dangdut menjadi musik yang dicintai masyarakat Indonesia . Melalui ajang Dangdut Academy Asia 3 (DA 3) di Indosiar pelantun " Makan Hati" ini mengaku terpukau dengan proses ajang DA 3. 

viewed :58761

Perlu jarak waktu lama  untuk The Virgin mengeluarkan album lagi setelah album perdana Yes I Am.Duo Mita dan Dara mengaku bukan perkara mudah untuk akhirnya merilis album baru. Terutama persetujuan founder mereka Ahmad Dhani yang sekaligus manajemen The Virgin.

viewed :46772

Prestasi penyanyi “Dewi Marpaung atau akrab disapa Dewi Marfa” dalam dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi .Kariernya sebagai penyanyi dilalui dari berbagai festival dengan hasil kalungan juara event nasional maupun Internasional.Dengan semangat Dewi menceritakan keinginannya untuk bersaing dalam ajang The X Factor 2012 kompetisi musik televisi Amerika untuk menemukan bakat menyanyi baru.

viewed :41063

Gina Youbi leader 2 Racun mengaku letih untuk kawin lagi dan cerai lagi hal yang sudah 3 kali dialami grupnya.” Setelah Natha,Janet sekarang bersama Devay akan menjadi pasangan sehidup semati bersama 2Racun jika tuhan mengijinkan. Saya sudah lelah jika seperti membina rumah tangga harus cerai lagi dan kawin lagi.Devay adalah pasangan yang seharusnya dari dulu terjalin bersama saya di 2Racun, “ujar Gina Youbi memperkenalkan pasangan duonya di 2 Racun.

viewed :36492