25/07/2017 10:00 AM
share on :  
Menghidupkan Kembali Lagu Anak-anak

Minggu (23/7/2017) kemarin diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Tentu tidak hanya Presiden Jokowi yang menaruh perhatian kepada anak-anak, kita pun memiliki tanggung jawab sama terhadap perkembangan dan tumbuh kembang anak. Anak-anak Indonesia adalah penyambung langkah kita, masa depan bangsa ini. Musik (lagu anak-anak), merupakan salah satu elemen  penting yang ikut berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Lantas, kenapa semakin jarang lagi kita mendengar adanya lagu anak-anak saat ini?

 
Sebenarnya, lagu-lagu anak-anak masih tetap diproduksi oleh perusahaan rekaman. Saya juga tidak melihat berkurangnya semangat calon-calon penyanyi cilik. Namun demikian, pasar musik tidak lagi merespon kehadiran lagu-lagu anak layaknya di tahun 70-an atau 90-an. Televisi atau radio sebagai media mainstream, enggan memberikan porsi tayang kepada lagu anak-anak. Secara industri, mereka lebih memilih memutar dan membuat populer lagu lagu-lagu remaja atau dewasa. Tidak lagi menjadi subyek, anak-anak sudah barang tentu tinggal mengikuti selera orang dewasa. 
 
Padahal, konsep lagu anak-anak jauh berbeda dengan konsep lagu yang ditujukan kepada orang dewasa. Lagu anak-anak setidaknya berisi didikan yang mampu mempengaruhi otak dan karakter anak-anak. Dan semakin ke sini, perang program televisi, terutama sinteron dan opera sabun asal India dan Turki, semakin mempengaruhi pilihan menonton dalam sebuah keluarga. Program anak-anak yang dilirik hanya film kartun. Sementara di radio, saya tidak pernah membayangkan lagu anak-anak masuk dalam playlist mereka.
 
Nagaswara sempat merilis sebuah album anak-anak berjudul “Bubbles of Love” karya Lily Dawis. Penggarapan album tersebut dilakukan di Amerika, dan dibantu sepenuhnya oleh musisi James F. Sundah. Album ini sepenuhnya berisi cara mempelajari bahasa Inggris lewat keseharian anak-anak. Sayang, meski dirilis di sini, “Bubbles of Love” tidak kedengaran. Sebaliknya, 14 lagu dalam album ini justru banyak didownload di sejumlah negara seperti di Malaysia, Singapura, Jepang, Korea dan Amerika.
 
Setiap kita punya anak. Apa tega kita biarkan anak-anak itu terus menyanyikan lagu-lagu orang dewasa atau lagu-lagu penyanyi mancanegara yang belum tentu dipahami maknanya? Saya yakinkan, kalau Anda mau, kita sama-sama bisa membuat lagu anak-anak kembali berjaya. Biarkan anak-anak menyanyikan lagu yang memang sesuai dengan usia mereka. 
 
 
Salam Kekinian,
 
 
RK
 
 
Kirim Komentar
Nama Email   
Komentar   
 
CAPTCHA Image Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar disamping
   
Komentar
Tidak ada Komentar

Kolaborasi pedangdut Ayu Ting Ting dan grup band Wali dalam Semarak Pesta Ulang Tahun Global TV ke-10 yang disiarkan live dari studio 8 RCTI,Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (8/10) membuat suasana makin meriah. Mereka melantunkan Aku Bukan Bang Thoyib dan Cari Jodoh, penampilan mereka memukau karena memadukan dua aliran musik berbeda itu.

viewed :102614

Tak sia-sia Siti Badriah bangun di pagi dini hari. Karena setelah menggoyang Hitzteria dengan penun semangat dan di tengah rasa kantuknya, ia pun merasa puas. Apalagi setelah itu, sekelompok penggemarnya, sudah berjubal-jubal antri untuk sekadar berfoto bersama pelantun tembang Berondong Tua itu.

viewed :68157

Penyanyi Malaysia Baby Shima akhirnya merasakan bagaimana dangdut menjadi musik yang dicintai masyarakat Indonesia . Melalui ajang Dangdut Academy Asia 3 (DA 3) di Indosiar pelantun " Makan Hati" ini mengaku terpukau dengan proses ajang DA 3. 

viewed :58878

Perlu jarak waktu lama  untuk The Virgin mengeluarkan album lagi setelah album perdana Yes I Am.Duo Mita dan Dara mengaku bukan perkara mudah untuk akhirnya merilis album baru. Terutama persetujuan founder mereka Ahmad Dhani yang sekaligus manajemen The Virgin.

viewed :50117

Prestasi penyanyi “Dewi Marpaung atau akrab disapa Dewi Marfa” dalam dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi .Kariernya sebagai penyanyi dilalui dari berbagai festival dengan hasil kalungan juara event nasional maupun Internasional.Dengan semangat Dewi menceritakan keinginannya untuk bersaing dalam ajang The X Factor 2012 kompetisi musik televisi Amerika untuk menemukan bakat menyanyi baru.

viewed :41120

Gina Youbi leader 2 Racun mengaku letih untuk kawin lagi dan cerai lagi hal yang sudah 3 kali dialami grupnya.” Setelah Natha,Janet sekarang bersama Devay akan menjadi pasangan sehidup semati bersama 2Racun jika tuhan mengijinkan. Saya sudah lelah jika seperti membina rumah tangga harus cerai lagi dan kawin lagi.Devay adalah pasangan yang seharusnya dari dulu terjalin bersama saya di 2Racun, “ujar Gina Youbi memperkenalkan pasangan duonya di 2 Racun.

viewed :36621